Kakek buyutku adalah petani kopi. Bukan petani modern dengan traktor dan aplikasi cuaca.
Tapi petani yang berjalan kaki ke kebun, yang membaca musim dari arah angin,
yang menanam dengan doa dan memanen memetik kopi dengan syukur.
Ia meninggal jauh sebelum aku lahir.
Yang kumiliki hanyalah cerita dari ibuku: