• Slider Banner

    lead to SERVE

    is one who guides people
    to grow and succeed

    Read more
  • Slider Banner

    Happiness is a JOURNEY

    It's inside you
    Find it and nurture it
    until it blooms
    then spread it around

    Read more
  • Slider Banner

    a STRONG NETWORK

    the currency of real networking
    is not greed but generosity

    Read more
  • Slider Banner

    dignified AI

    was born neither to be loved
    nor to be hated
    but in order
    to maintain human dignity

    Read more
Isi

 · Whispers of Roots

(Untuk Submenu: Jiwa, True ALLY, FRONTIER Spirit)

Kakek Buyutku Tidak Pernah Mendengar Kata "Networking"

Kakek buyutku adalah petani. Bukan petani modern dengan traktor dan aplikasi cuaca. Tapi petani yang berjalan kaki ke sawah, yang membaca musim dari arah angin, yang menanam dengan doa dan memanen dengan syukur.

Ia meninggal jauh sebelum aku lahir. Yang kumiliki hanyalah cerita dari ayahku: bahwa kakek buyut tidak pernah kaya, tapi pemakamannya dihadiri tujuh desa.

"Kenapa?" tanyaku.

Selengkapnya
Isi

                                           Ini tentang Navigasi Bersama

Selengkapnya
Isi

Aku dulu mengira otak itu seperti komputer. Semakin banyak data masuk, semakin pintar dia. Semakin cepat dipakai, semakin hebat hasilnya.

Ternyata salah besar.
Selengkapnya
Isi

Suatu sore, aku tersesat di toko buku bekas. Bukan toko buku keren dengan kafe dan wifi. Tapi toko buku tua yang berdebu, dengan pemilik yang tertidur di balik meja.

Aku menarik satu buku acak. Sampulnya sudah menguning. Judulnya: "In Praise of Slowness" — Carl Honoré.

Aku tidak berniat membeli. Hanya membalik beberapa halaman. Lalu mataku berhenti di satu kalimat:

"Kita telah menjadi masyarakat yang menderita 'penyakit waktu' — keyakinan keliru bahwa kecepatan selalu sama dengan kemajuan."

Selengkapnya
Isi

Aku menulis ini di pagi yang belum sempat berisik.
Ponsel masih tertelungkup di meja.
Kopi masih mengepul.
Dan entah kenapa, aku teringat pada ibu.

Pagi dan Ibu

Ibu tidak pernah mengajariku diam. Ia hanya melakukannya:

Selengkapnya
Isi

Tahun lalu, seorang teman meletakkan sebuah buku tipis di atas mejaku. Sampulnya sederhana. Judulnya: *The Art of Gathering* karya Priya Parker.

“Aku tahu kamu sering mengadakan acara kumpul-kumpul,” katanya. “Bacalah buku ini. Buku ini akan mengubah cara kamu mengundang orang.”

Aku membacanya dalam dua hari. Namun, ada satu kalimat yang hingga kini masih kusorot:

"Setiap pertemuan harus dimulai dengan keputusan yang jelas: untuk apa kita berkumpul? Jika kau tidak bisa menjawabnya, jangan mengadakan pertemuan."

Selengkapnya
Isi

Dalam era digital yang penuh kecepatan dan informasi, kita sering kali merasa terlalu sibuk dengan gadget di tangan. Teknologi memudahkan hidup kita, namun juga menimbulkan tekanan tersendiri. Maka, bagaimana bisa mendapatkan keseimbangan yang tepat? Mari kita bahas metode efektif yang dapat membantu kamu mencapai Stilness Detox Digital.

Selengkapnya
Berlangganan