• Slider Banner

    lead to SERVE

    is one who guides people
    to grow and succeed

    Read more
  • Slider Banner

    Happiness is a JOURNEY

    It's inside you
    Find it and nurture it
    until it blooms
    then spread it around

    Read more
  • Slider Banner

    a STRONG NETWORK

    the currency of real networking
    is not greed but generosity

    Read more
  • Slider Banner

    dignified AI

    was born neither to be loved
    nor to be hated
    but in order
    to maintain human dignity

    Read more
Isi

Cheryl menetapkan ekspektasi yang jelas, namun ia juga menyediakan dukungan yang tulus.

Ia mendorong timnya untuk berani mengambil risiko, berinovasi, dan menemukan kekuatan dalam diri mereka sendiri.

Ia tidak memimpin dengan ego, melainkan dengan empati. Dan hasilnya?

Selengkapnya
Isi

"Pernah kah kamu merasa otak seperti browser yang kebanyakan buka tab? Ada 47 tab terbuka—email kantor, notifikasi grup keluarga, berita yang bikin cemas, DM yang belum dibalas, playlist baru, dan entah kenapa satu tab isinya resep pancake yang nggak akan pernah kamu masak.

Itu bukan cuma perasaan. Para peneliti menyebutnya cognitive overload—otak kita, yang purbanya masih sama seperti nenek moyang kita, tiba-tiba dicekoki informasi secepat kilat. Ia lelah. Ia butuh jeda.

Selengkapnya
Isi

Kakek buyutku adalah petani kopi. Bukan petani modern dengan traktor dan aplikasi cuaca.

Tapi petani yang berjalan kaki ke kebun, yang membaca musim dari arah angin,

yang menanam dengan doa dan memanen memetik kopi dengan syukur.

Ia meninggal jauh sebelum aku lahir.

Yang kumiliki hanyalah cerita dari ibuku:

Selengkapnya
Isi

Beberapa tahun lalu, aku dan seorang mitra hampir menenggelamkan proyek bersama.

Kesalahannya klasik: ... kami berdua memegang kemudi.

Aku ingin ke utara. Dia ingin ke timur.

Dan alih-alih berhenti dan membaca peta bersama, kami saling menarik kemudi lebih keras.

Selengkapnya
Isi

Aku dulu mengira otak itu seperti komputer. Semakin banyak data masuk, semakin pintar dia. Semakin cepat dipakai, semakin hebat hasilnya.

Ternyata salah besar.

Selengkapnya
Isi

Suatu sore, aku tersesat di toko buku bekas. Bukan toko buku keren dengan kafe dan wifi. Tapi toko buku tua yang berdebu, dengan pemilik yang tertidur di balik meja.

Aku menarik satu buku acak. Sampulnya sudah menguning. Judulnya: "In Praise of Slowness" — Carl Honoré.

Selengkapnya
Isi

Aku menulis ini di pagi yang belum sempat berisik.
Ponsel masih tertelungkup di meja.
Kopi masih mengepul.
Dan entah kenapa, aku teringat pada ibu.

Pagi dan Ibu
Ibu tidak pernah mengajariku diam.
Ia hanya melakukannya

Selengkapnya
Isi

Tahun lalu, seorang teman meletakkan sebuah buku tipis di atas mejaku. Sampulnya sederhana. Judulnya: *The Art of Gathering* karya Priya Parker.

“Aku tahu kamu sering mengadakan acara kumpul-kumpul,” katanya. “Bacalah buku ini. Buku ini akan mengubah cara kamu mengundang orang.”

Aku membacanya dalam dua hari. Namun, ada satu kalimat yang hingga kini masih kusorot:

Selengkapnya
Isi

Dalam era digital yang penuh kecepatan dan informasi, kita sering kali merasa terlalu sibuk dengan gadget di tangan. Teknologi memudahkan hidup kita, namun juga menimbulkan tekanan tersendiri. Maka, bagaimana bisa mendapatkan keseimbangan yang tepat? Mari kita bahas metode efektif yang dapat membantu kamu mencapai Stillness Detox Digital.

Selengkapnya
Berlangganan