Rubrik Artikel
Judul

Buku yang Kubaca Tanpa Maksud Membaca

Isi

Suatu sore, aku tersesat di toko buku bekas. Bukan toko buku keren dengan kafe dan wifi. Tapi toko buku tua yang berdebu, dengan pemilik yang tertidur di balik meja.

Aku menarik satu buku acak. Sampulnya sudah menguning. Judulnya: "In Praise of Slowness" — Carl Honoré.

Aku tidak berniat membeli. Hanya membalik beberapa halaman. Lalu mataku berhenti di satu kalimat:

"Kita telah menjadi masyarakat yang menderita 'penyakit waktu' — keyakinan keliru bahwa kecepatan selalu sama dengan kemajuan."

Aku berdiri di antara rak buku yang sempit. Dan tiba-tiba aku merasa kalimat itu menampar sesuatu yang selama ini tidak berani kuakui: aku lelah. Bukan lelah bekerja. Tapi lelah terburu-buru.

Buku itu akhirnya kubeli. Harganya lima belas ribu rupiah. Tapi isinya? Masih kurenungkan sampai hari ini.

Di Catatan Pinggir, aku akan menulis seperti ini: bukan resensi buku yang kaku. Bukan nilai bintang atau rekomendasi mutlak. Hanya catatan dari tepi halaman. Hal-hal yang kugarisbawahi. Kalimat yang membuatku berhenti. Seminar yang membuatku berpikir ulang. Jurnal yang mengubah sudut pandang.

Kalau kau suka membaca, atau ingin mulai membaca tapi tidak tahu dari mana, semoga catatan-catatanku bisa menjadi teman.